Minggu, 23 Februari 2014

CONTOH PIDATO BAHASA INDONESIA: GO GREEN



Om Swastiastu
Bapak Guru yang saya hormati,
Serta rekan-rekan yang saya banggakan,
Di hari yang berbahagia ini marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat limpahan karunia dan rahmat-Nya lah kita bisa merasakan kesehatan dan kebahagagiaan hingga saat ini.
Bapak Guru yang saya hormati, dalam kesempatan yang baik ini perkenankanlah saya menyampaikan pidato dengan tema “Tak Ada Alasan Pusing untuk Go Green”.
Rekan-rekan sekalian, seperti yang kita ketahui bersama, Go Green adalah suatu gerakan yang bertujuan melestarikan dan menciptakan suasana lingkungan tinggal yang lebih baik bagi semua mahluk (manusia, flora, fauna dan seluruh ciptaan Tuhan lainnya seperti air, tanah, udara dan seterusnya). Mungkin alasan untuk ber-Go Green ria sudah terlalu basi untuk dibicarakan. Bebagai media massa sudah setiap detik berkoar-koar membahas topik ini. Belum lagi berbagai komunitas dan aktivis yang tak kenal letih untuk bersosialisasi dan mengambil tindakan langsung dalam gerakan Go Green. Demi menghargai usaha para pemerhati lingkungan ini, perkenakanlah saya untuk kembali menyampaikan alasan mengapa kita harus Go Green.
Bumi sudah mulai menua, butuh perawatan, hal ini malah diikuti dengan kehebohan manusia menciptakan manusia-manusia baru. Menurut para ahli, angka natalitas dunia terus meningkat pesat. Nah, parahnya, sumber energi yang ada tidak mencukupi angka kelahiran yang membengkak ini. Selain itu, pemanasan global telah terjadi dimana-mana, akibat dari penggunaan energi yang berlebihan tanpa dibarengi oleh tindakan penyelamatan konservasi alam. Banjir, tanah longsor, cuaca yang tidak menentu lewat perubahan iklim yang ekstrem, macet, polusi, dll. adalah sedikit kisah dari derita penghuni bumi akhir-akhir ini. Ya, itu yang sudah biasa kita alami bukan? Jika hal ini terus dibiarkan kita bukan hanya sekedar menjadi ikan pepes, tapi ikan pepes yang gosong sehitam-hitamnya. Bagaimana tidak gosong, suhu di bumi lama-kelamaan menjadi sepanas api kompor gas elpiji. Tapi ketahuilah, ungkapan populer ini masih kalah hebat dengan dampak utama jika kita masih terus menjadi manusia yang pura-pura buta. Hasil dari proses pemanasan global adalah KIAMAT.
Tapi ini semua belum terlambat, dalam perhitungan saya harapan hidup kita, kalau boleh dibilang tidak terlalu banyak, yakni masih sekitar 49%. Ada beragam usaha yang masih bisa kita lakukan. Tidak perlu melakuka usaha-usaha yang rumit atau mahal atau menggunakan teknologi canggih. Kita bisa memulainya dari kehidupan masing-masing, tidak ada salahnya bertindak sederhana, ya cukup dan sangat sederhana untuk mengajak diri sendiri dan orang di sekitar kita untuk menyelamatkan bumi, menjaga konservasi alam ini, dan tentu saja menghemat energi bumi. Diharapkan Go Green bisa menyatu di diri kita dan tingkah laku serta kebiasaan kita. Pilih-pilih hal yang berguna tanpa terus dibutakan konsumerisme adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan.
Bapak Guru dan rekan-rekan sekalian yang saya cintai, adapun hal-hal yang bisa kita lakukan adalah sebagai berikut.
1.      Menghemat energi untuk menghemat uang.
·         Bijak mengatur pemanas dan pendingin ruangan.
·         Pakai bohlam lampu neon yang hemat energi daripada lampu bola pijar yang lebih boros energy.
·         Cabut peralatan saat saat tidak menggunakannya.
·         Cuci pakaian dalam air dingin jika memungkinkan. Sebanyak 85 persen dari energi yang digunakan untuk mesin cuci pakaian pergi ke pemanas air.
·         Gunakan rak pengeringan atau jemuran untuk mengeringkan pakaian daripada menggunakan mesin untuk mengeringkan.
2.      Hemat air untuk menghemat uang.
·         Ambil pancuran lebih pendek untuk mengurangi penggunaan air. Ini akan menurunkan air dan tagihan pemanas juga jika kita memakai pemanas air.
·         Pastikan memiliki aerator keran pada setiap keran. Peralatan ini menghemat energy panas dan air, sekaligus menjaga tekanan air yang tinggi.
·         Pilih tanaman-tanaman hiasan di rumah yang bisa tahan panas, alias tidak memerlukan banyak air untuk disiram.
3.      Kurangi gas = lebih banyak uang (dan kesehatan yang lebih baik).
·         Berjalan atau bersepeda untuk bekerja. Ini menghemat biaya bahan bakar dan parker.Serta juga meningkatkan kesehatan jantung kita dan mengurangi risiko obesitas.
·         Pertimbangkan posisi akomodasi dan sisi lokasi  jika kita tinggal jauh dari pekerjaan kita. Memungkinkan kah kita bisa bergerak lebih dekat. Bahkan jika ini berarti membayar sewa lebih, bisa menghemat uang dalam jangka panjang.
4.      Makanlah dengan pintar!
·         Jika anda makan daging, tambahkan satu kali makan tanpa daging dalam seminggu. Harga daging akan sangat terlihat lebih mahal jika kita juga mempertimbangkan biaya lingkungan dan kesehatan yang terkait.
·         Beli produk lokal, lebih tepatnya beli sayuran, buah dan daging dari petani dan perternak lokal. Pembelian dari petani setempat dapat meningkatkan juga taraf perekonomian lokal.
·         Apapun diet kita, berdietlah secara wajar. Apalagi untuk mengkonsumsi makanan dalam kemasan, pertimbangkan limbahnya.
·         Analisa menu makanan kita sehari-hari, selain menghemat uang, konservasi alam dari kemasan, juga untuk kesehatan kita.
5.      Air dalam kemasan? Pikir lagi.
·         Gunakan air filter untuk memurnikan air keran daripada membeli air kemasan. Tidak hanya air kemasannya yang mahal, tapi menghasilkan sejumlah besar limbah wadah.
·         Bawalah botol air dapat digunakan kembali, sebaiknya aluminium bukan plastik, saat kita bepergian atau di tempat kerja.
·         Kalaupun terpaksa minum air dalam kemasan, buanglah sampah kemasan tersebut di tempat sampah daur ulang.

6.      Berpikirlah sebelum membeli.
·         Jangan asal ikut trend yang mahal dan mengancam lingkungan. 
·         Check out garage sale, toko barang bekas, dan toko-toko unik dan antik untuk pakaian dan barang-barang sehari-hari lainnya.
·         Ketika melakukan pembelian, pastikan kita tahu apa yang "Good Stuff" dan apa yang tidak.
7.      Pinjam daripada membeli.
·         Pinjam dari perpustakaan daripada membeli buku pribadi dan film (DVD, VCD). Ini menghemat uang, belum lagi tinta dan kertas yang masuk ke dalam percetakan untuk mencetak buku-buku baru.
·         Berbagi alat-alat listrik dan peralatan lainnya.
8.      Belilah dengan lebih cerdas
·         Membeli dalam jumlah besar. Pembelian makanan dari tempat grosir dapat menghemat uang dan kemasan. Dengan jumlah yang sesuai juga tentunya.
·         Memakai pakaian yang tidak perlu di dry-clean di laundry. Hal ini menghemat uang dan penggunaan bahan kimia beracun.
·         Investasi untuk barang yang berkualitas tinggi untuk produk tahan lama. Kita mungkin membayar lebih sekarang, tapi kita akan bahagia saat kita tidak perlu mengganti item tersebut secara sering.
9.      Jauhkan elektronik dari tempat sampah!
·         Jaga selalu HP, komputer, dan elektronik lainnya selama mungkin.
·         Donasi kan barang elektronik tersebut kalau kita ingin mengganti. Limbah elektronik banyak mengandung merkuri.
·         Mencari informasi dimana bisa mendaur ulang barang elektronik, sehingga semua limbah elektronik tersebut aman.
10.  Buatlah persediaan pembersihan sendiri.
·         Cari informasi tentang bahan-bahan alami yang dapat digunakan sebagai pembersih, seperti baking soda, cuka, lemon, dan sabun. Dengan memakai pembersih sendiri ini, itu artinya menghemat uang, waktu, dan kemasan-belum lagi kualitas udara dalam ruangan kita.

Rekan-rekan sekalian, itulah usaha-usaha sederhana yang bisa kita lakukan. Deretan usaha tersebut setidaknya mampu menyadarkan kita bahwa bukan tidak mungkin kita menjalankan Go Green di kehidupan sehari-hari. Namun, yang selalu perlu diingat adalah jadikan tindakan-tindakan tersebut sebagai kebiasaan yang disebar luaskan.Segeralah sadar dan kembalilah ke jalan yang benar! Jangan mati bersama-sama, tapi hidup sejahterlahal di dunia secara bersama-sama.
Demikian penyampaian saya mengenai tindakan Go Green. Semoga informasi ini dapat memberi manfaat bagi kita semua. Jika ada kesalahan-kesalahan kata, mohon dimaafkan. Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan Prama Santhi.  
Om Santhi, santhi, santhi Om

2 komentar: