Senin, 29 Oktober 2012

Karma Phala Sehari dalam Kitab Siwaratri Kalpa


Si Lubdhaka di pagi hari pada hari panglong ping 14 sasih ka pitu pergi ke tengah hutan untuk berburu. Perjalanannya yang seorang diri menylusupi hutan jauh sampai ke tengah. Ia pun kemalaman di tengah hutan itu. Untuk menghindari sergapan binatang buas, ia naik ke atas pohon bilwa (maja) dan untuk mengusir kantuk supaya tidak jatuh, ia memetik daun bilwa itu. Dengan tidak diketahuinya daun bilwa yang dibuangnya itu jatuh kepada sebuah lingga (-noraginawa) yang ada di dalam ranu (danau) dibawah pohon itu. Semua daun bilwa yang dipetiknya malam itu menimpa Siwalingga itu. Ketika matahari muncul di ufuk Timur, si Lubdhaka meninggalkan keindahan pagi di hutan itu, ia kembali ke rumahnya. Ia baru tiba di rumahnya senja harinya. Tak lama sejak peristiwa itu, setelah tertimpa sakit, Lubdhaka meninggal dunia. Jenasahnya segera dibakar, sedangkan atmanya melayang-layang di angkasa dengan kesedihan dan tidak menemui jalan yang mana harus ditempuhnya. Hyang Siwa mengetahui keadaanya demikian. Teringatlah Beliau pada perbuatan si Lubdhaka yang telah melaksanakan brata Siwaratri, sekalipun dengan tidak sengaja. Maka beliau mengutus para Ganabala (serdadu Siwalaya) menjemput si Lubdhaka. Di pihak lain Bhatara Dharma (Yama) mengutus para Yamabala (Kingkarabala) menangkap si Lubdhaka untuk dibawa ke Yamaloka. Ia pun disakiti oleh para Kingkara. Para Ganabala segera tiba. Betapa terkejutnya mereka melihat si Lubdhaka disiksa dan disakiti. Pertempuran anatara Kingkara dan Ganabala tidak dapat dihindari, karena sama-sama menjalankan perintah. Pertempuran diakhiri dengan kemenangan para Ganabala. Para Ganabala dengan gembira mengiringi si Lubdhaka mengahadap Bhatara Siwa. Bhatara Siwa menerimanya dengan penuh keramahan, dan memberi anugerah kepadanya.
Petikan yang kita ambil dari Kekawin Siwaratrikalpa berikut memberikan penjelasan tentang brata beserta pelaksanaan upacara Siwaratri tersebut :
Ring enjing i huwus ning anggelar anusmarana datenga ring guru greha / manembaha jugajwitanglekasaken brata sumuhana pada sang guru / ri sampun ika madyusasisiga manggelarakena Siwanalarcana / tener duluranopawasa saha mona manigasana suddhakangsuga // (37,1)
Ri sampun i telas nikang rahina ring wengi niyata matanghya tan mrema / bhatara Siwalingga kewala sirarcanan i dalem ikang suralaya / Kumara nguniweh Gajendrawadana ng ruhunanan sira kapwa pujanen / rikang rajani yama pat gelarana karma nira manuta ng sakabwatan // (37,2)
Menur kanyiri gambir arja kacubung arja waduri putih lawan putat / asoka saha nagapuspa hana tangguli bakula kalak macampaka / saroja biru bang putih sahana ning kusuma halapen ing samangkana / makadi semi ning majarja sulasih panekara ning angarcane sira // (37,3)
Lawan sahana ning sugandha pakadhupa saha ghreta sudipa ring kulem / ikang caru bubur pehan saha bubur gula liwet acarub hatak wilis / yateka pinakadi ning caru yadin dulurana phala pana matsyaka / samangkana samangkana keta ng kramolahakeneng sawengi saka sayama tan lupa // (37,4)
Mredangga sahanonyan-unyan asameni kapanalimurarip ing mata / yadin mangucapa ng kidung rumasana ng kakawin apasang arja len nita / sabhagya keta yan wruhangucapaken Sabarakathana ring samangkana / awas katemu tang padadhika tekap akathana Lubdhakatmaka // (37,5)
Ri moksa nikanang kulem ri teka ning rihana masunga dana ring subha / suwarna-Siwalingga dana ri mahadwija paramasusila wedawit / asing lwira nikang dateng sungana dana sakawasa hayo jugatulak / teher kaluputeng turu ri rihananya sagawaya kurang tutur // (37,5)
Petikan panjang yang sengaja kami cantumkan ini diharapkan telah dapat memberikan kejelasan tentang pelaksanaan brata serata upacara Siwaratri. Mona (bisu), upawasa (puasa) dan jagra (melek) adalah tapa brata yang semestinya dilakukan pada hari suci Siwaratri. Jagra (melek) dilakukan selama 36 jam, mulai dari pagi hari pada panglong ke-14 sampai pada senja hari panglong ke-15 (tilem) kepitu, sedangkan mona (bisu) dan upawasa (puasa) dilakukan selama 24 jam, mulai dari pagi hari panglong ke-14 samapai pada pagi hari panglong ke-15 (tilem). Di samping melakukan brata, melakukan pemujaan kepada Siwa, Gana dan Kumara adalah kegiatan utama. Mpu Tanakung tidak saja menekankan hal-hal tersebut, tetapi pada pelaksanaan dana punya yang semestinya dilakukan pula.
Secara tersirat Mpu Tanakung menyatakan pula bahwa brata Siwaratri tidak mesti dilakukan dengan paksa, artinya perlu diadakan tahapan (atau tingkatan) pelaksanaan brata tersebut. Karenanya pada malam panglong ke-14 itu dianjurkan untuk membaca kekawin, kidung , mengadakan pertunjukan kesenian, dan yang penting membaca atau menceritakan kisah si pemburu, si Lubdhaka.
Lontar Aji Brata di samping memuat brata dan puja yang berkaitan dengan Siwaratri, menekankan pula pemakaian daun maja dalam upacara Siwaratri tersebut. Lontar ini secara terperinci memuat juga urutan-urutan bhakti yang mesti dilakukan pada hari Siwaratri.
                Meskipun hanya melakukan karma baik sehari, tapi Lubdaka bias masuk surge karena perbuatannya tersebut bertepatan dengan Siwaratri.

CONTOH PROPOSAL SEDERHANA


PROPOSAL KEGIATAN KURSUS  BAHASA KILAT DALAM RANGKA PERINGATAN HUT SMASTA KE – 51
I.                    DASAR PEMIKIRAN
Lima puluh satu tahun lamanya SMA Negeri 1 Tabanan telah berdiri. Beragam cobaan yang menerpa dan mencoba menggoyahkan ketahanan SMASTA telah mampu dihalau. Kata – kata yang kurang enak didengar juga telah mampu ditepis dengan berbagai pujian yang diperoleh oleh SMASTA berkat prestasi yang telah berasir diukir selama SMASTA ini berdiri. Dari berbagai macam bidang prestasi tersebut diperoleh.
Dari bidang akademis SMASTA memiliki prestasi dalam bidang Pendidikan Bahasa. Di SMASTA siswa diajarkan 4 macam bahasa. Bahasa Indonesia, Bahasa Bali, Bahasa Inggris serta Bahasa Jepang.
Namun dalam perkembangannya bahasa dianggap remeh oleh beberapa orang. Bahasa dianggap membosankan dan susah. Hal ini sangat perlu dikoreksi dan diluruskan. Manusia sekarang seharusnya tidak boleh hanya menguasai bahasa di daerahnya. Kita setidaknya mengertilah dengan bahasa asing yang paling sering digunakan. Kemampuan seorang tenaga kerja berbahasa asing sekarang sedang dilirik oleh perusahaan – perusahaan yang mengutamakan promosi dalam kegiatan usahanya. Itu merupakan salah satu manfaat bahasa. Namun jika diteliti dari hal yang paling dasar, bahasa merupakan dasar ilmu pengetahuan. Jika kita tidak mengerti bahasa, kita tak akan mampu melanjutkan ke tahap ilmu yang lebih kompleks. Bahasa sangat menarik karena di setiap daerah bahas itu berbeda. Jadi jika kita mampu mengerti ataupun bahkan menguasai berbagai macam bahasa berbeda, itu akan sangat membanggakan. Jadi secara keseluruhan pendidikan bahasa sangat perlu dikembangkan. Baik dari segala macam cara yang dimungkinkan. Dari hal terkecil sampai yang lebih kompleks.
Berdasar atas dasar pemikiran ini, Sub Panitia HUT SMASTA ke – 51 bermaksud mengadakan Kursus Bahasa Kilat. Gambaran mengenai kegiatan tersebut akan dipaparkan dalam proposal singkat ini.

II.                 MAKSUD KEGIATAN
Adapun maksud diadakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur atas HUT SMASTA yang ke – 51 yang dilaksanakan tanggal 5 Agustus 2012. Tak hanya melakukan kegiatan pemborosan dana, tetapi memberikan manfaat yang berguna.

III.               TUJUAN KEGIATAN
Kegitatan ini bertujuan untuk:
1.      Memeriahkan HUT SMASTA ke – 51 dengan acara yang bermanfaat.
2.      Menumbuhkan rasa cinta bahasa bagi warga SMASTA maupun non SMASTA serta warga sekitar.
3.      Menciptakan masyarakat yang tak asing dengan berbagai ragam bahasa dunia.

IV.              KEGIATAN DAN TEMA KEGIATAN
Kegiatan ini merupakan kegiatan salah satu dari HUT SMASTA yang ke – 51. Diselenggarakan dengan Kursus Bahasa Kilat dengan tema “ BAHASA BUKAN HANYA BAHASA, TETAPI BAHASA ADALAH MAHAPENGETAHUAN”

V.                 SASARAN DAN TARGET KEGIATAN
Sasaran pada kegiatan ini yaitu pelajar  dari SD sampai masyarakat umum, Tenaga Pendidik dan Non kependidikan, serta khalayak umum. Adapun target kegiatan ini yaitu diharapkan masyarakat dapat menjadi masyarakat yang cinta dan haus untuk belajar ragam bahasa dunia. Meskipun diberikan secara kelilat, warga SMASTA dan non SMASTA diharapkan agar melanjutkan pendidikan bahasanya di kursus – kursus bahasa yang diinginkan.

VI.              WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Pameran ini akan dilaksanakan pada:
Tanggal :
            31 Juli 2012 – 4 Agustus 2012
Waktu :
            Pukul 16.00 WITA – Pukul 21. 00 WITA
Tempat :
            SMA Negeri 1 Tabanan

VII.            PROGRAM
Adapun tata cara pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan :
1.      Pameran menawarkan pengenalan berbagai macam bahasa yang sering digunakan. Bahasa – bahasa tersebut adalah Bahasa Jerman, Bahasa Jepang serta Bahasa Spanyol.
2.      Tak hanya menawarkan cara berbahasa semata, peserta yang berminat juga diberikan pengenalan mengenain negara yang bahasanya dipelajari oleh peserta.
3.      Tiap kelas dilakukan setiap satu hari jadwal ( materi yang diberikan berupa dasar – dasar cara berbahasa, materi sama untuk tiap harinya sehingga peserta cukup satu kali mengikuti ).
4.      Diakhir pendidikan, peserta terbaik akan diberikan sertifikat.

VIII.         PESERTA
Siswa SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, Pendidik, serta masyarakat umum.

IX.              ANGGARAN DANA
Rincian dana yang dibutuhkan :
NO
RINCIAN PENGELUARAN
ANGGARAN
1
Tenaga Pendidik
Rp 600.000,-
2
Sarana Mengajar
Rp 100.000,-
3
Sertifikat
Rp 50.000,-
Jumlah
Rp 750.000,-

X.                 PANITIA PELAKSANA
Proyek ini dilaksanakan oleh tim sebagai berikut :
1.      Penaggung Jawab : Kepala SMA Negeri 1 Tabanan
2.      Ketua Pelaksana : Afriyanti Delaya
3.      Bendahara          : Putu Budi Hartono Adi
4.      Sekretaris            : Linda Ayunda        
5.      Bendahara          : Made Harri Gunawan        





XI.              PENUTUP
Demikian proposal Kursus Bahasa Kilat ini dibuat sebagai salah satu kegiatan yang akan dilakukan dalam HUT SMASTA kali ini. Sungguh sangat diharapkan agar diterima dan mendapat persetujuan.

Tabanan, 25 Juli 2012

Menyetujui
Kepala SMA N 1 Tabanan,


Dr. I Made Jiwa, M.Pd
NIP : 19601231 199003 1 100

Ketua Pelaksana,


Afriyanti Delaya
NIP : 116633